Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Di Pasung Sejak 2015, ODGJ di Pudak Akhirnya Di Evakuasi Polres Ponorogo Untuk Mendapatkan Perawatan Terbaik

Rabu, 04 Februari 2026 | Februari 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-04T09:55:20Z

PONOROGO, SENTRAL POST – Harapan baru kembali hadir bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan. Komitmen Polres Ponorogo untuk mengakhiri praktik pasung kembali dibuktikan dengan berhasilnya evakuasi seorang ODGJ dari Kecamatan Pudak, Rabu (4/2/2026).

Setelah sebelumnya mengevakuasi tiga ODGJ pasung di wilayah Sawoo dan Jambon, kali ini aparat bergerak cepat mengevakuasi seorang pria yang diketahui telah dipasung sejak sekitar tahun 2015. Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polres Ponorogo dalam membersihkan praktik pasung sekaligus memastikan hak ODGJ atas perawatan yang layak dan manusiawi terpenuhi.

Evakuasi dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Ponorogo AKP Agus Syaiful Bahri, S.Ag., didampingi Kapolsek Pudak AKP Sultoni, S.H., M.H., serta Kasi Humas Polres Ponorogo. Proses tersebut berlangsung aman dan kondusif berkat sinergi dengan Pemerintah Desa setempat, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo.

AKP Agus Syaiful Bahri menjelaskan, ODGJ yang dievakuasi bernama Wahyono, laki-laki kelahiran Ponorogo, 18 September 1989, warga Dukuh Dukuh RT 01 RW 01 Desa Banjarejo, Kecamatan Pudak.

“Setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga, yang bersangkutan kami evakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di RSJ Wijaya Kusuma Dr. Harjono Ponorogo,” ujarnya.

Dengan evakuasi ini, Polres Ponorogo telah menangani empat kasus ODGJ pasung dalam waktu relatif singkat. Seluruhnya kini mendapatkan penanganan medis yang lebih layak sebagai bagian dari pemulihan dan perlindungan hak asasi.

Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menegaskan komitmennya untuk terus bergerak hingga praktik pasung benar-benar tidak lagi ditemukan di wilayah Ponorogo.

“Kami berharap Ponorogo bisa mencapai target zero ODGJ pasung. Ini membutuhkan kerja bersama dan kepedulian semua pihak,” tegasnya.

Langkah cepat dan konsisten ini tak hanya menjadi wujud kehadiran negara bagi warganya yang rentan, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bahwa penanganan kesehatan jiwa dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih manusiawi, bermartabat, dan penuh empati.(*)

×
Berita Terbaru Update